Sabtu, 18 April 2020

Merindukansakura🌸 part "KHARISMA"

“KHARISMA”
Kharisma adalah salah satu mahasiswi universitas swasta di Kota. Sebagai anak perantauan Kharisma tidak banyak bergaul, dia hanya memiliki teman baik yang beda program studi. Feni program MIPA sedangkan Kharisma Bahasa. Kharisma sangat tertarik dengan bahasa dia sangat suka dengan bahasa Indonesia dan bahasa jepang. Sesekali dia menulis cerpen, puisi atau quotes-quotes yang menggambarkan perasaanya. Teman Kharisma bernama Feni. Cewek tomboy tapi event-event tertentu bisa dandan cantik menyesuaikan. Berbeda dengan Kharisma yang cuek dan tidak pernah memperhatikan penampilannya. Kharisma lebih senang keluar kost tanpa bedak, memakai lipstilk tipis dan memakai masker. Dia adalah satu cewek yang tidak percaya diri soal penampilan, padahal  jika diperhatikan Kharisma memiliki paras yang manis sesuai dengan namanya. Mereka di pertemukan saat kegiatan OSPEK mahasiswa baru dan berteman sampai sekarang.
Suatu hari ketika Kharisma duduk di bangku taman sambil menulis, Kharisma dikagetkan dengan salah satu teman sekelasnya. “Kharisma, dipanggil pak Budi di ruangannya, penting”
Tutur temannya dan kemudian berlalu. Bergegas Kharisma berlari menuju ruang dosen. Dan tanpa disadari Kharisma menabrak seseorang yang sedang asik berjalan dengan beberapa temannnya. “bruukkk”, suara buku terjatuh, terlihat beberapa buku berserakan di paving taman. “maaf-maaf saya gak sengaja” Kharisma sibuk membereskan buku yang salah satu buku bukan miliknya ikut terbawa begitupun sebaliknya. “sekali lagi maaf” sebentar membungkuk kemudian berlari lagi. Itu sudah menjadi sifat Kharisma yang mengikuti budaya jepang, dan dia merasa tidak enakan.”iya tidak apa-apa” jawab seseorang diikuti teman-temannya yang sedikit menggeruti, sama-samar terdengar temannya nelontarkan kata ceroboh sekali blablabla.
Jam menunjukkan pukul 17.00 tidak ada jam mata kuliah malam,kecuali beberapa mahasiswa yang sedang mengikuti aktivitas kemahasiswaan, ada juga yang sedang mempersiapkan sebuah event kampus, ada yang sedang asik mengobrol dengan teman satu genknya dan ada juga sedang ada jadwal bimbingan dosen semua terlihat asik dengan aktivitas masing-masing. “chan-chan” teriak seseorang yang memanggil Kharisma, siapa lagi kalau bukan Feni. 
“darimana aja kamu” Tanya Kharisma datar. Karena sedari tadi tak terlihat Feni di kelas maupun menghampiri Kharisma. 
“sorry sobat, aku tadi ada kegiatan himpunan mahasiwa jadi agak sibuk. 
“oh iya kamu hari sabtu besok kamu gak datang event kampus?” tambah Feny
“lihat nanti ya, kayaknya aku di kosan aja deh. Males akutuh kalau datang ke tempat rama-rame kayak gitu. Belum lagi nanti ketemu anak-anak yang pacaran.” Gerutu Kharisma.
“makanya punya pacar. Hahhahaha” celetuk Feni diikuti suara ketawa sedikit meledek.
“iya iya tahu yang punya pacar, sekalian malam minggu” Kharisma mempercepat langkahnya sedikit marah.
“tunggu dong jangan cepet-cepet jalannya,marah ya” Feni masih menggoda Kharisma dan setengah berlari.
Sesampai di kosan Kharisam menyadari kalu buku catatannya menghilang. Dia mencari di dalam tas, di rak buku , di lemari, di kasur dan tak di dapatinya. Kharisma mencoba mengingat sambil memperbaiki posisi kaca bacanya yang sedikit tidak pas. Kharisma melirik pada serakan beberapa buku di lantai. Di dapatinya buku yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Sebuah buku panduan bercocok tanam dan beberapa jenis tanaman yang tertulis menggunkan bahasa jepang. Sepertinya Kharisma asing dengan buku itu, dia memang suka jepang tetapi tidak pernah membeli atau meminjam buku seperti itu. Di bukanya buku tersebut, ada inisial nama di sana dengan huruf N dan tanggal pembelian . bukunya masih terlihat rapi, sepertinya orang inisial N itu belum sempat membukanya masih sebatas memberi inisial nama. Kharisma kembali mengingat bahwa siang tadi dia telah menabrak seseorang di taman kampus dan ada beberapa orang di sana, mungkin diantara mereka. Atau jangan-jangan milik pak budi yang tidak sengaja ia bawa ketika mengambil buku yang sempat ia letakkan di meja pak budi, entahlah tetapi Kharisma memiliki niat untuk mengembalikan buku tersebut keesokan harinya.
Suara dering handphone bordering, Kharisma mengangkatnya. Di seberang sana terdengar suara Feni yang member informasi kalau teman mamanya ada yang sedang mencari guru les untuk anaknya yang masih Tk untuk persiapan masuk SD. Kebetulan Kharisma sedang mencari kerja sambilan untuk mengisi waktu luang ketika semester yang dia tempuh saat ini masih belum begitu ru,it dan banyak waktu senggang. Dan juga untuk menambah penghasilan membayar uang kost, maklum sebagai anak perantauan Kharisma bisa dibilang harus hemat, mengingat orang tuanya (ibunya) hanya buruh rumah tangga dan ayahnya meninggal ketika Kharisma duduk di bangku SMP. Kharisma tampak mengiyakan penawaran Feni, dan besok sepulang kuliah Kharisma akan menemui teman mama Feni.
Kesokan harinya Kharisma mencoba mencari pemilik buku tersebut. Dia mencoba mendatangi Taman berharap seseorang tersebut juga berniat mengembalikan buku catatannya.  Setelah hampir satu jam tak di dapati orang yang sudah Kharisma tabrak, akhirnya Kharisma memutuskan untuk ke kelas karena kelas akan segera di mulai.
 “Chan” panggil Feni dari kejauhan, sepertinya Feni memang hobi buat manggil orang dengan teriak.  Terlihat Feni berjalan bersama Dimas.
“Ada apa Feni?aku buru-buru masuk kelas nih”. Kharisma tidak bersemangat
“Nanti jadi kan ke rumah temennya mama?” Feni memastikan sahabatnya itu tidak berubah pikiran.
“iya jadi, udah ah” Kharisma ingin segera pergi. 
“tunggu-tunggu, itu buku siapa Chan?” Tanya Feni yang memperhatikan buku yang dibawa Kharisma.
“Aku juga nyariin punya siapa ini, jadi kemaren aku habis nabrak seseorang terus bukunya kebawa aku. Dan kayaknya buku cacatanku kebawa dia. Ini tadi sejam aku muter-muter nyariin dia” Cerita Kharisma yang sepertinya lupa ada kelas sebentar lagi.
“Itu kayaknya buku punya Nanda deh” ujar Dimas.
“Kamu kenal yank?” Tanya Feni pada Dimas
“Temen sekelasku,Iya deh kayaknya, tapi gak tau juga. Kemarin soalnya dia nyariin gitu”. Tambah Dimas
“Aku nitip kamu aja ya Dim buat ngembaliin Buku ini” tutur Kharisma yang meminta tolong kepada Dimas
“ gak bisa gitu dong, kamu harus ngembaliin sendiri. Kamu harus tanggung jawab Chan kan kamu yang nabrak dia. Siapa tahu itu jodoh kamu hahahah” kembali Feni menggoda Kharisma.
“udah sana masuk udah telat tuh, kita mau pacaran dulu daahhhhh” Feni dan Dimas  berlalu masih dengan candaan menggoda Kharisma. Kharisma bergegas masuk kelas.
“Khar, kamu tadi dicariin cowok dari fakultas Akuntansi” kata Nindi teman sekelas Kharisma yang duduk bersebelahan.
“Oh tadi dia kesini? Makasih ya ndi” balas Kharisma
“Enang ada apa sampe dicariin anak Akuntansi? Punya utang? Celetuk ninda disertai gelak canda.
“Enak aja!” Kharisma sewot
Kelas selesai siang itu, Kharisma bergegas keluar kelas dan menuju fakultas Akuntansi.
“Dimas” panggil Kharisma 
“Masih belum ketemu anaknya?” ledek Dimas sambil tertawa.
“Makanya aku nanya kamu, dia dimana? Aku buru-buru soalnya” jawabnya.
“Barusan balik, kamu telat kesininya”. Balas Dimas.
“Yaudah deh kalo gitu aku balik, besok aja kalo gitu. Makasih ya Dim”. Kharisma pergi meninggalkan Dimas.
Ponsel Kharisma bordering, Feni menelpon. Feni tidak bisa mengantarkan Kharisma pergi ke rumah teman mamanya untuk memberikan les tambahan, sebagai gantinya Feni akan mengirim pesan alamat kepadanya. Kharisma menuju tempat yang sudah dikirim Feni melalui pesan Whatsapp.
Kharisma memencet bel yang terpasang di sudut tembok, keluarlah seorang laki-laki memakai kacamataa dn setengah berjenggot. “mau bertemu dengan siapa? Tanya laki-laki itu.
“Saya mau bertemu dengan ibu Hera, saya diminta tolong bu Reni untuk datang kesini” jawab Kharisma yang setengah gugup.
“mari silahkan masuk”. Laki-lai itu mempersilahkan Kharisma masuk dan memintanya duduk di sofa ruang tamu. Tak lama kemudian seorang ibu-ibu yang masih terlihat sehat bugar datang menghampiri Kharisma.
“Kharisma ya? Teman anaknya jeng Reni? Tanya ibu Hera dengan senyum ramah.
“Iya Tante, saya diberikan tawaran untuk memberikan les tambahan anak Tante”. Jawab Kharisma dengan malu-malu.
“Oh itu bukan anak saya, tapi cucu saya” Bu Hera tertawa
“Maaf tante saya kira anak tante”. Kharisma merasa tidak enak. BU hera kemudian memanggil seseorang dari dalam.
“Nanda, minta tolomng ambilkan minum” setengah berteriak. Tidak lama laki-laki yang membukakan pintu datang dengan membawa segelas minuman dingin.
“ Nda sekalian panggilin Kelvin di dalam” pinta bu Hera.
“Iya ma” jawabnya dan berlalu.
“Itu anak saya” Bu Hera memperkenalkan. Dalam hati Kharisma berpikir laki-laki semuda dia sudah punya anak. Kelihatnnya dia seumuran dengan Kharisma. Tidak lama seorang anak kecil luci datang menghampiri, bersalaman dengan Kharisma dan duduk di sebalah ibu Hera. Kelvin anak yang manis dan sopan, Kharisma merasa tertarik dengan dia. Setelah berbincang cukup lama, Kharisma berpamitan untuk pulang dengan kesepakatan untuk memberikan tambahan pelajaran sesuai jadwal yang sudah di sepakati bersama. 
Keesokan harinya Kharisma sengaja datang lebih awal untuk segera mengembalikan buku yang bukan miliknya itu. Kharisma menuju fakultas Akuntansi dan berharap bertemu dengan pemilik buku tersebut. Ternyata hari itu pemilik buku tersebut sedang tidak ada jadwal kuliah pagi, Kharisma pun menuju ke kelasnya. Hari ini Kharisma hanya ada jadwal 1 mata kuliah sehingga Kharisma bersiap untuk pergi ke rumah bu Hera. Sesampainya di sana, bukan lagi laki-laki yang membukakan pintu melainkan seorang pembantu. Kharisma pun memulai belajar dengan Kelvin si anak kecil yang cute dan memang anaknya sudah terlihat pintar. Ditengah mereka asik belajar datanglaj seorang laki-laki itu berusaha menggoda Kelvin yang sedang belajar.  “Nanda biarkan dia belajar” teriak Bu Hera dari dalam ruangan. Waktu sudah sore Kharisma berpamitan pulang. Kharisma menaiki motor scoopy kesayangannya.
Jam siang waktu kuliah Kharisma tidak begitu memikirkan soal buku, Kharisma merasa kehilangan buku catatan kesayangannya. Sudah beberapa hari Kharisma tak lagi bisa menulis, karena di buku cacatan itu saja Kahrisma bisa menuangkan isi pikirannya untuk menulis sebuah quote atau sekedar cerita. “Udah dibalikin bukunya” Tanya Feni tiba-tiba duduk di samping Kharisma.
“Belom, kemaren aku ke fakultasnya ternyata gak ada jadwal kuliah” gerutunya
“ya iyalah kemaren jam kosong, seharusnya kamu nanya aku kan Dimas temen sekelasnya”. Feni meluruskan.
“oh iya yah kok aku gak kepikiran sih” Kharisma menepuk dahinya sendiri.
“sekarang masih ada kelas, sejam lagi selesai. Kamu tunggu aja. Kamu masih 2 jam lagi kan kelas?” Tanya Feni lagi
“hembb “ jawab Kharisma dengan anggukan. Sembarai mereka berdua duduk di bangku taman, tiba-tiba Dimas mengagetkan mereka berdua.
“Hayo lagi ghibahin siapa?” Dimas mengagetkan.
“Sayang, udah kelar?” Tanya Feni yang mempersilahkan Dimas duduk di sebvalahnya.
“Udah” jawabnya singkat.
“Dim Dim si N udah keluar kelas belom? Aku mau ngembaliin buku nih”. Rengek Kharisma.
“ Belom kayaknya, tadi sih masih di kelas sama temen-temnnya, samperin aja”jawab Dimas.
Kharisma bergegas pergi takut si N Pergi dan mereka berdua tidak bisa bertemu lagi. Di Fakultas Akuntansi Kharisma celingukan, tidak ada orang di dalam kelas, sampai akhirnya ketika berbalik badan dia menabrak seseorang lagi. “ aduh-aduh maaf , gak sengaja” Kharisma merasa tidak enak, sepertinya dia memang sangat ceroboh.
“Sepertinya kamu hobi nabrak orang ya”. Celetuk seseorang dengan senyum. Kharisma memperhatikan seseorang tersebut. “Papa Kelvin” Kharisma kaget, sesorang tersebut tertawa.
“Kok papa Kelvin sih” dia tertawa lagi. Kharisma terheran.
“Kenalin, Nanda” Nanda mengulurkan tangannya sembari membantu Kharisma berdiri.
“Kharisma” sambil membenarkan kerudungnya. 
“Kelvin itu keponakanku, emang aku tampak bapak-bapak ya?”. Protes Nnanda.
“Maaf saya kira begitu” sembari membungkuk minta maaf.
“Oh iya ini buku kamu, waktu itu gak sengaja kebawa pas aku nabrak kamu” Kharisma mengulurkan bukunya.
“Iyah udah aku cari-cari nih, baru beli ternyata ilang”. Nanda membuka- buku bukunya.
“Kalau begitu, saya permisi dulu”. Kharisma beranjak, belum sempat melangkah Nanda mengatakan, “ Yakin gak nyariin ini?” nanda memperlihatkan buku catatan Kharisma.
“Iya itu buku catatanku, kamu gak baca kan isinya?” Kharisma panic jika Nanda membaca buku catatannya yang penuh dengan curahan hati.
“gak kok, gak banyak” ujar Dimas sambil tertawa.
“saya pamit dulu” Kharisma berlari, Kharisma Nampak marah dan malu. Karena di dalamnya terdapat banyak sekali curhatan dia. Nanda mencoba memanggil, tetapi Kharisma tetap pergi. Hari itu Kharisma sedang tidak ada jadwal les tambahan untuk Kelvin.
Sesampainya di kos Kharisma membuka buku catatannya, tidak ada yang hilang. Foto yang dia sembunyikan di balik cela buku juga masih terlihat rapi sepertinya memang dia tidak membuka buku cacatan Kharisma. Tetapi di setiap part quotes yang Kharisma tulis ada sebuah tanda bulpoint merah yang sengajah di tandai. Seepertinya Nnada menyukai beberapa quotes yang di tulis Kharisma. Kharisma tidak masalah karena bukan diarynya yang ia baca. Kharisma melanjutkan untuk menyelasaikan tuganya. Dan bergegas untuk tidur.
Keesokan harinya Kharisma sedang berada di perpustakaan kampus untuk mencari referensi, dan ketika dia asik membaca buku di sudut bangku perpustakaan seseorang menghampirinya.
“ lagi baca buku apa?” Tanya seseorang itu sok akrab. Kharisma memperhatikan suara tersebut, ternyata Nanda.
“kamu”. Kkahrisma kaget.
“Boleh duduk disini?”tanyanya , sambil duduk di sebelah Kharisma. Khrisma berdehem.
“Suka jepang ya?” Tanya Nanda seolah-olah tau banget Kharisma. Kharisma terheran.
“Maaf ya soal buku catatanmu, agak kotor soalnya aku tandai beberapa karena aku suka tulisannya.” Tutur Nanda. Kharisma terdiam.
“iya gak papa, terima kasih sudah jagain buku catatanku” Kharisma masih terlihat cuek. Dia masih terlihat tidak percaya diri ketika harus mengobrol dengan seseorang yang belum iakenalsebelumnya. Kecuali jika dia sudah mengenal baik seperti Feni dan Dimas.
“ Mau pulang bareng?” Nanda memberikan penawaran.
“Terima kasih, aku bawa motor. Aku ke kelas dulu ya, ada jadwal. “ Kharisma membereskan bukunya dan bergegas pergi.
Sore harinya di rumah bu Hera Kharisma memberikan les tambahan untuk Kelvin, dengan perasaan takut ada Nanda yang tiba-tiba nongol. Kharisma memberika les tambahan dengan tenang dan lancer, hingga saatnya berpamitan pulang bu Hera menghampiri Kharisma. “Naik apa Miss pulangnya?”. Tanya Bu Hera memastikan.
“Saya naik angkot Bu, tadi motor saya mogok di kosan”. Sembari tersenyum.
“Biar dianter omnya Kelvin ya Miss, sebentar…Nnada” panggilnya.
“Tidak bu Hera, saya naik angkot saja” Kharisma sedikit menolak.
“ Iya ma?” Nanda menghampiri.
“Tolong Antarnkan Miss pulang, kasihan udah malem takut kenapa-kenapa”. Pungkas Bu Hera.
“iya ma, mau ambil kunci mobil dulu”. Nanda masuk ke dalam.
“Maaf ya bu Hera saya jadi merepotkan”. Kharisma masih tidak enak.
“Gak papa miss, makasih ya Miss untuk hari ini”. Kharisma bersalaman dan masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil Kharisma masih terlihat diam begitupun Nanda. Akhirnya Kharisma memberanikan diri untuk memulai percakapan.
“Terima kasih ya N” dengan malu-malu.
“Santai aja kali” Nanda membalas dengan nada santai sambil terus focus menyetir.
“Suka jepang juga?”Tanya Kharisma lagi.
“Gak juga sih, aku suka tanaman. Dan buku yang kemarin itu kebetulan aku tertarik untuk mempelajari tanaman yang seang ingin aku kembangkan. Eh ternyata bahasa jepang, jadi ya aku liaht-lihat aja gambarnya”. Pungkas Dimas sembari tertawa kecil. 
“Kamu jurusan akuntansi kenapa malah tertarik mengembangkan tanaman?”. Tanya Kharisma yang mulai tertarik dengan Nanda untuk membahas. 
“Aku pengen membuka usaha Florist gitu, jadi basic Akuntansinya untuk memanage keuangan dalm berbisnis nanti, skillnya untuk merawat dan mengembangkan usaha.” Tutur Nanda.
“Keren”. Kagum Kharisma.
“Biasa aja, belum juga jalan”. Pungkas Nanda lagi.
“Boleh aku bantu menerjemahkan buku itu? Biar kamu tau isinya seperti apa”. Kharisma menawarkan.
“Boleh, besok ya di kampus. Siang gimana?
“Boleh, aku siang jam kosong”Kharisma mengiyakan.
Keesokan harinya sesuai dengan jam yang mereka tentukan, mereka akhirnya bertemu dan membahas beberapa tulisan di buku Nanda. Di kejauhan Feni dan Dimas melihat keakraban mereka. Mereka tidak ingin menganggu keduanya, terutama Kharisma. Sejak patah hati karena Azzam Kharisma sepertinya menutup pintu hatinya untuk orang lain. Dia tidak mudah move on, dia akan terus mengingat apa yang sudah pernah dia alami. Azzanm adalah salah satu mahasiswa yang sama di Universitas tersebut. Azzam adalah alasan kegalauan Kharisma, Feni tidak ingin melihat sahabatnya kembali bersedih. Mungkin denan hadirnya Nanda bisa mengembalikan senyum Kharisma yang sepertinya sudah tak Nampak lagi. Sejak pertemuan Kharisma dan Nanda, mereka sudah tampak akrab. Hingga beberapa kesempatan mereka habiskan bersama. Mulai dari melihat Nanda menanam, Kharisma belajar bahasa jepang di temani Nanda,mengerjakan tugas bersama-sama. Saat memberikan les tambahan pada Kelvin pun Kharisma sudah merasa tidak canggung. Sesekali Nnanda mengantarkan Kharisma pulang, nongkrong di café., sesuatu hal yang tidak pernah Kharisma lakukan keculai dengan Feni. Hingga pada akhirnya Kharisma harus menerima kenyataan kalau Dia mendapat beasiswa kuliah di Jepang yang secara tidak sengaja ia ikuti ketika dia patah hati karena Azzam. Dia mendapat beasiswa meneruskan semesternya dan berkesempatan magang di Jepang selama 2 Tahun.Kharisam pu bimbang, antara melanjutkan mimpinya atau harus merelakan mimpinya karena di sini Kharisma merasa sudah bisa berdamai dengan hati dan  kondisnya saat ini. Kharisma menceritakan kepada Feni, karena Feni merasa penasaran dengan sikap Kharisma yang beberapa hari terakhir sering melamun. Feni merasa sedih karena harus berpisah dengan sahabat baiknya itu, disisi lain Feni merasa senang karena Kharisma bisa mewujudkan cita-citanya pergi ke Negeri Sakura. Feni akan mendukung seriap keputusan Kharisma, apalagi sekarang dengan teknologi yang semakin canggih biar jauhpun tetap bisa berkomunikasi dengan baik tinggal mentyesuaikan waktu saja. 2 hari lagi Kharisma akan berangkat, tidak lupa dia berpamitan kepada Bu Hera karena sudah tidak bisa lagi memberikan les tambahan pada Kelvin. Kelvin terlihat sedih karena sudah merasa Enjoy belajar dengan Kharisma, Kelvin mengangganp Kharisma adalah akkak dan juga temannya. Nanda sudah seminggu di rumah Ayahnya. Di ketahui Bu Hera sudah sejak lama berpisah dengan suaminya. Kharisma tidak sempat berpamitan dengan Nanda. Yang Kharisma lakukan menulis sebuah kata-kata untuk Nanda. Pada kenyataanya Kharisma diam-diam jatuh cinta pada Nanda, tetapi Kharisma tidak cukup berani untuk mengatakannya. Kharisma takut merasa tidak enak dengan Nanda, karena pertemanan mereka lebih berarti dari mengunkapkan perasaan yang tidak tau kelanjutannya.
Di Kampus Feni mencari Nanda untuk menyampaikan surat yang Kharisma tulis untuknya. Fenimemanggil Nanda yang sedang mengobrol dengan temannya. 
“Nanda” panggil Feni. Nanda menghampiri Feni. Feni memebrikan secarik kertas kepada Nanda.
“Kharisma pergi, dan mungkin dia gak kembali kesini”. Ffeni pun berlalu. Nanda tercengang dan membuka surat tersebut.
Untuk Nanda
Aku adalah si penakut yang hanya berani memandangmu dari kejauhan. Yang hanya berani mendambamu dalam kesunyian. 
Kamu adalah apa yang selalu aku tulis dalam cerita. Dan aku adalah apa yang tidak pernah kamu baca.
Sebelum aku benar-benar pergi, akuingin menyampaikan sesuatu. Hal yang sebenarnya sulit untuk aku ungkapkan. Aku sempat menyukaimu Nanda. Kamu adalah cerita yang selalu menjadi tokoh utama dalam cerita yang ku buat. Entah sejak kapan dan mulai daraimana perasaan ini ada. Ingatlah jika nanti kamu menikah dan aku tidak bisa hadir, percayalah aku mendoakanmu dari kejauahn dengan doa tulus dan terbaik. Dan jika suatu hari nanti sesampaianya aku kembali, aku akan datang ker umahmu untuk memberikan selamat. Ternyata cinta itu rumit, waktu tidak dapat menunda apa yang sudah dikehendaki sekalipun keinginan. Terima kasih untuk kesempatan mengenal kamu dan berbagi cerita dan ilmu. Kita akan bertemu diwaktu yang tepat suatu hari nanti. Aku nitip Kelvin si anak baik, dan aku nitip kamu untuk selalu menjaga kesehatan jangan begadang terus, sukses selalu buat kamu. Aku mencintaimu dalam diam doaku. 
-Merindukan sakura- Kharisma
Setelah membacasurat tersebut Nanda bergegas pergi menuju Bandara. Sementara Kharisma berpelukan dengan beberapa anggota keluarganya. Feni Nampak di sana, melepas kepergian sahabatnya untuk sementara waktu. 2 tahun waktu yang cukup lama untuk ditinggal pergi sahabat baik. Kharisma mulai memasuki ruang pengecekan tiket. Nanda datang dan mencari sekeliling di dapatinya Feni, Feni menunjuk mengisyaratkan Kharisma akan segera pergi. Nanda menghampiri Kharisma dan memeluknya.
“Kamu jadi pergi Miss?” memeluk Kharisma erat.
“Hmm” mengangguk dan tanpa terasa air matanya terjatuh untuk kesekian kali setelah tidak kuat menahan tangis berpisah dengan ibunya.
“Cepat kembali, aku menunggumu”. Nanda semakin erat memeluk Kharisma begitu sebaliknya.

Kamu adalah kisah yang tek perlu banyak kata untuk mendeskripsikannya.
Kamu adalah jejak tak perlu angin untuk menghapusnya.
Dan kamu adalah nada yang selalu aku rindukan
Cepat kembali Sakura, nada yang selalu ku nyanyikan.
Aku juga menyayangimu….
-Nanda-

Jika kemarin adalah sebuah kesempatan
Biarkan ku rasakan sebentar saja sejuknya senja sore berteman hangatnya pelukmu
Dan bila semesta mengizinkan untuk mengulang,,
Maka biarkan waktu berjalan semestinya dan aku segera pulang…
Mengulang memori saat kita dipertemukan yang menjadi candu untuk diingat
-Kharisma-

Jatuh cinta padamu adalah hal terbaik kedua yang pernah terjadi dalam hidupku. Yang pertama? “AKU MENEMUKANMU”
-Nanda-

Aku tak bisa kembali ke masa lalu dan mengubah sebuah awal yang buruk. Namun kamu bisa membuat akhir yang indah mulai saat ini “TERIMA KASIH UNTUK KASIH YANG BERBALAS HATI”
-Kharisma-
Mereka pun akhirnya berpisah dan sejak saat itu mereka menjalin sebuah hubungan jarak jauh. Kharisma semakin bersemangat untuk belajar dan segera kembali ke Indonesia. Dengan perbedaan waktu setidaknya membuat mereka berdua tidak memutus komunikasi. Nanda yang hobi begadang karena juga sedang menjalani bisnis online shop, dan Kharisma yang setia menunggu panggilan video dari Nanda membuat mereka mengurangi kesulitan untuk menyampaiakn kerinduan. Dan suatu hari nanti jika mereka berjodoh,merek berniat untuk ke Jepang dan menikmati bunga sakura bersama-sama.

Kini sakura tak lagi sendiri
Kini sakura berteman dengan hati yang menyayangi
Meskipun musim semi kali ini sakura masih sendiri
Kesempatan berikutnya sakura bersama hati yang terpilih
Menikmati mekarnya sakura dan hangatnya Hanami
Sakura masih merindu
Untuk berteman dengan waktu
Jika waktunya tiba sakura tersenyum
Menyambut hangatnya pelukan dari cinta yang diam-diam dia sematkan
-merindukan sakura- part “KHARISMA






Bisik Detik part "Sehari Terasa Rindu"

BISIK DETIK
“Sehari Terasa Rindu”

Aku mengenalnya,begitu pula dia
Aku malu,begitu juga dengan dirinya
Kita membuat janji,sepakat ingin bertemu
Dan bahkan bertamu…
Dari perkenalan lampau, yang semesta pun mengizinkan perjumpaan.
.
Kala langit cerah seakan memberikan tanda
Hari ini milikkudan dia
Kita seperti batu terkikis lama dan lapuk setelahnya
Kita mencair seperti es terkena sinar 
Yang leleh tergerus deras air
.
Ulurkan tanganmu, aku tidak seimbang
Kau menggenggam tanpa sungkan
Aku hanyut dalam genggam tangan
Yang merai terbuka
Hari itu adalah hari hariku, kamu dan semesta
Bahwa sehari yang terlewat…
Seperti rindu yang tidak kunjung usai
-merindukansakura-

Bisik Detik part " DEKAT TERASA JAUH"

BISIK DETIK
“Dekat Terasa Jauh”
Tidak hanya luka seakan hati tak ingin memulai lagi
Seperti menyerah sebelum kalah
Aku tidak takut, hanya saja aku tak ingin bernegosiasi dengan hati yang kaku
Yang lama tidak terisi..
Kosong….
.
Apa yang diketahuinya bukan lagi kelapangan hati
Bukan pula pintu yang mudahdiketuk dan masuk tanpa permisi
Dengan janji yang sudah sering terdengar
Apa yang tidak bisa kembal?
Kenangan atau kesempatan?
Atau bahkan keduanya?
Biarlah itu menjadi mesteri, aku sendiri mencoba meraba jawabannya.
.
Kamu yang misteri, bolehkah kiranya…
Kita bertatap sejenak untuk mengenal
Bukan malah menjauh tanpa sapa
Kulihatnya kita adalah ruang
Yang terlihat dekat namun jauh terasa
-merindukansakura-

Sabtu, 25 Januari 2020

merindukan sakura part "flashback"

Sebut saja dia MM yang ku temui tidak sengaja ketika kita bisa 1 sekolah untuk melaksakan ujian. Waktu itu ujian semester 7, sebelumnya tidak pernah ku jumpai dia di sebuah kesempatan. Salah satu temanku yang 1 ruangan dengan dia bergegas menuju ruang ujianku. Bel ujian sudah usai sehingga para mahasiswa berhamburan keluar ruangan.
 .
"Gaess di ruanganku ada cowok ganteng" pity yang bersemangat untuk cerita

Kamis, 16 Januari 2020

merindukan sakura🌸 part "Senyuman"

Seminggu berlalu,,,ketika tak kudapati sosok yang menggugah pagiku...
Entah kemana dia? Aku masih bertanya...
Dan ketika ku ketahui, dirinya sedang bergejolak dengan rasa sakit.
.
Dan kemarin ketika mendung menyelimuti langit yang tengah cerah,,,
Suara gemuruh petir tetapi tak hujan
Kamu tak lagi membelakangi dengan punggungmu..
Aku tak bisa melihat sepenuhnya dirimu..
Yang jelas ketika ku berbalik, senyumanmu melepas rasa rindu ketika ku menantikanmu...
Senyum yang tersimpan dibalik diammu..
Entah kapan lagi ku bisa melihat senyuman itu 😊
-anata- T さん

Minggu, 12 Januari 2020

merindukan sakura 🌸 Part "Kelana" 2017

Genggaman tangan..
Berisik di keheningan malam..
Bercengkrama, mengenal pribadi yang sama-sama tidak saling mengenal..
Bersenda gurau menghilangkan kepenatan dan kebosanan...
Bersandar sejenak dibahu menghilangkan letih yang tak berujung...
Tangan yang saling menggenggam seolah saling menjaga..
Puncak yang dituju sudah di depan mata...
Ganggaman itu terlepas tak mengenal satu sama lain...
Hingga esok hari mentari datang untuk pulang menuju arah yang berbeda...
Kemana lagi engkau akan pergi dan mencari tempat untuk singgah....
"Kelana".....

Selasa, 31 Desember 2019

quotes january 2020

Menjadi kuat bukan
berarti kamu tahu
segalanya. Bukan berarti
kamu tidak bisa hancur.
Kekuatanmu ada pada
kemampuanmu bangkit
kembali setelah berkali-
kali jatuh. Jangan pikirkan
kamu akan sampai di
mana dan kapan. Tidak
ada yang tahu.
Your strength is simply
your will to go on. :)
#iramaHati di irama liburan :)