Selasa, 31 Desember 2019

quotes january 2020

Menjadi kuat bukan
berarti kamu tahu
segalanya. Bukan berarti
kamu tidak bisa hancur.
Kekuatanmu ada pada
kemampuanmu bangkit
kembali setelah berkali-
kali jatuh. Jangan pikirkan
kamu akan sampai di
mana dan kapan. Tidak
ada yang tahu.
Your strength is simply
your will to go on. :)
#iramaHati di irama liburan :)

Jumat, 27 Desember 2019

merindukan sakura 🌸 part "rindu"

Jika setiap aku aku merasa kesal dengan keadaan...
Dimana ego,jarak dan waktu yang tidak bisa diajak untuk bekerja sama...
Dalam urusan hati tidaklah mudah untuk mengungkapkan...
Dan pada kenyataannya setiap kali kulihat gambar yang kita ambil berdua...
Rasanya hati ini tak karuan...
Aku rindu kamu...
Aku rindu perjalanan kita yang kemarin...
Saat tanganmu mencoba meraihku...
Menggenggamku agar aku tak jatuh...
.
Aku benar-benar rindu kamu...
Senyum dan cerita kita...
Teh hangat yang tertuang untuk sama-sama kita teguk...
Untuk semangkok bakso dan obrolan ringan yang sorot matamu saja masih bisa kuingat...
Perhatian yang tidak mudah ku palingkan...
.
Untuk kamu yang ku rindu,,,
Untuk waktu yang bercerita trntang kita...
Ku tuggu waktu dan album baru itu

Rabu, 25 Desember 2019

Merindukan sakura 🌸 Part "Kata² Spirit"

Dalam sebuah perjalanan hidup, cita-cita
terbesar adalah menuju kesempurnaan.
Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar
menyikapi segala rahasia dalam kehidupan.
Perjalanan menuju kesempurnaan adalah
proses yang menentukan setiap tapak langkah
kita.
Setiap hembusan nafas, detak jantung, dari
siang menuju malam. Semua menuju titik
yang sama, kesempurnaan.
Setiap insan mempunyai hak yang sama atas
waktu.
Tidak ada seorangpun melebihi dari yang
lain.
Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam
mensikapinya.
Ada yang berjuang untuk melewatinya dengan
membunuh waktu.
Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya
kesempatan yang ia punya.
Apa rahasia terbesar dalam hidup ini?
Melewati hari ini dengan penuh makna.
Makna tentang cinta, ilmu, dan iman.
.
Mungkin ada sesuatu yang selalu kita ingin
kerjakan. Sebuah hasrat untuk mengerjakan
sesuatu yang kita cita-citakan. Mengapa tidak
mencoba mengerjakannya hari ini? Hari ini
adalah saat paling sempurna untuk
memulainya. Dari semua hari yang tersedia,
tidak ada yang lebih tepat daripada hari ini.
Ingin kesempurnaan?
Berangkatlah dari yang tidak sempurna
terlebih dahulu. Perbaiki satu bagian demi
satu bagian, maka apa yang kita inginkan
akan terwujud di depan mata. Tidak ada
karya besar yang muncul dengan sekali
duduk.
Mengambil langkah pertama tidaklah sulit.
Semuanya ada di dalam jangkauan kita,
termasuk hari ini. Jadi tunggu apa lagi, yang
terpenting adalah kita memulainya sekarang,
karena kita adalah pemilik hari ini.
Mengapa tidak besok? Karena hari esok
belum tentu ada!

merindukan sakura 🌸(recycle) part "WFS"

    Malam itu hujan turun dengan begitu derasnya, hampir tak ada celah untuk mencari tempat teduh yang setidaknya tak membuat menjadi basah kuyup. Sudah hampir 2 jam lebih Aku masih mematung di pos satpam tempat ia bekerja kala itu. Mobil jemputan perusahaan sudah tak lagi mengantakan karyawan, beberapa menit yang lalu mobil jemputan terakhir sudah di serbu karyawan lain yang ingin cepat-cepat pulang dan sayangya Aku tak kebagian tempat duduk sehingga Ia rela untuk mundur.
  
   Pos satpam masih terlihat sesak dengan karyawan yang menunggu hujan redah atau sekedar menunggu seseoran yang rela menjemput mereka di tengah hujan yang sangat deras. Aku sesekali melihat handphone yang ia pegang, dan tak satupun massage yang ingin menjemputnya. Tiba-tiba seseorang memanggil dia...."Fin....". panggil Agus (teman satu unit kerjaku).

"Agus, kamu belum pulang?" Tanyaku.

" iya ini aku baru keluar dari parkiran, tadi motorku sempetrewel jadi tadi benerin dulu. kamu sendiri belum pulang?" tanya Agus lagi.

"ketinggalan mobil jemputan Gus". jawabku setengah memelas.

"bareng yuk,hujan kayak gini redahnya lama.kamu mau nunggu sampe besok pagi?heheheh".canda Agus.Agus pun memboncengku menerjang Hujan lebat malam itu.

     Di persimpangan jalan aku turun dari motor Agus dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih, dan Agus pun berlalu.
Jalan menuju rumah ku nampak sepi tidak seperti biasanya, hampir tak ada becak lalu lalang. Aku nampak cemas dan takut, malam itu Aku benar-benar sendiri. Jam tangan menunjukkan pukul 20.00 aku ingin beranjak dari pojok persimpangan tapi  aku merasa ada sesuatu yang membuat ku memurungkan niat beranjak dari sana.

    Suara bus berhenti terlihat beberapa orang yang turun, Aku berharap salah satu diantaranya seseorang yang ia kenal yang bisa menolongnya dari kesendirian malam itu.
"Fin..". sapa seseorang dengan memakai baju putih, berkacamata dan memakai tas ransel.
"Fery...". Balas ku setengah tak percaya. Wahyu adalah teman kecil, tetangga sekaligus mantan cinta monyetku. sejak lulus SMA mereka hampir tak pernah bertemu. Terakhir yang aku ketahui Wahyu kuliah di salah satu Universitas Kesehatan Keperawatan di kota Pasuruan. Dan semenjak itulah aku tak pernah melihat Fery di kampung.

      Fery dan aku nampak saling pandang hingga mereka akhirnya bercakap-cakap di pojok persimpangan.
" kamu apa kabar Fin sudah lama yaa kita gak ketemu". Wahyu memulai percakapan dengan memperlihatkan senyum manisnya. senyum yg masih ku lihat, senyum yang khas punya Fery.
" iya kita uah lama banget gak ketemu". Balas ku dengan sedikit salah tingkah. Kita pun asik bercengkrama, Dan terlihat sesekali Fery membenarkan kacamatanya. Dengan hidung mancung yang Fery miliki semakin membuat ku terpanah. Aku sangat suka dengan cowok berkacamata, melihat Fery semakin keren membuat ku semakin salah tingkah.

   Cerita putusnya hubungan mereka karena mereka harus sekolah di SMA yang berbeda. Dengan situasi dan ruang lingkup sekolah yang lebih hits membuat Fery jatuh hati dengan cewek lain dan memutuskan komunikasi.dengan ku. Fery udah jarang ngajak jogging,kita udah jarang berangkat dan pulang sekolah bareng. Mungkin menjauh adalah hal terbaik untukku agar aku tak merasa disakiti dan dikecewakan. Tetapi malam itu aku seolah melupakan peristiwa itu dan kembali memgingat memori indah yang dilalui bersama Fery. Aku masih ingat waktu itu mereka sama-sama tak memiliki handphone, alat komunikasi satu-satunya yag mereka miliki adalah teman. Malik (teman sepermainan Fery dan aku) adalah orang yang berjasa dicerita cinta mereka, karena dia rela menjadi Mas-mas penyampai pesan apabila Wahyu dan aku ingin janjian pergi jogging, main,berangkat sekolah sama-sama atau rela nemenin Fery yang Nunggu aku pulang sekolah dan terkadang aku dan fery saling mengirim surat apabila Malik sedang sibuk.

    Tanpa terasa hujan sudah mulai redah Wahyu mengajak ku makan mie ayam yang tak jauh dari persimpangan. Sembari makan mie ayam mereka melanjutkan percakapan.....
"gimana sekarang sama cowok barunya?". tanya Fery yang membuat ku tersedak.

"cowok baru apa, aku gak punya cowok." jawab ku sembari membersihkan sisa kuah mie ayam yang menempel dibibirnya.

"embbbb, boleh minta nomer kamu gak?".Fery mengeluarkan Handphone dari sakunya. Aku pun memberikan Nomer hp nya.

"kamu serius gak punya cewek?". Tanya ku memastikan.
" cowok sekeren dan seganteng kamu  gak ada yang naksir?astagah pada kemana nich cewek-cewek, cwok keren kog dianggurin. mau dong diajak balikan Fery..". gumam ku dalam hati.

"iya aku juga gak punya pacar kog Fin. Eh sebentar yaa ibuku telphone". Fery mengangkat telpone yang berdering.

Tak lama kemudian Fery mengajak ku untuk naik becak bersama, karena Ibu Fery sudah ingin putranya cepat-cepang pulang. Beberapa menit kemudian beruntunglah ada bapak tukang becak melintas. Karena masih rintik hujan, plastik penutup yang berada dibecak diturunkan sehingga mebuat Fery dan aku tak tampak dari luar tinggalh mereka berada di dalam becak dengan suasana canggung.

"nanti kalau nyampe rumah aku sms yaa". Tutur Fery sembari melempar senyum ke arah ku dekat sekali. Aku mengangguk tanda setuju. 
Aku tak menyangka malam itu menjadi malam yang indah buat ku. Perasaan yang menahan dia utuk beranjak dari persimpangan berhasil mempertemukan ku dengan Fery. Deras hujan yang turun seakan tak terasa berlalu dengan percakapan ringan. "Fery adalah bagian terkecil dari partikel memori ku yang paling aku rindukan". Dia adalah seseorang yang begitu berkesan di hati ki, bagaimana tidak ketika Fery terlihat malu-malu menyatakan cinta sehingga ia memberikan sebuah foto milik nya (Fery)dan dibalik foto tersebut bertuliskan  I LOVE YOU FINI FROM FERY  sekilas terlihat konyol tapi itu sebuah kenyataan

Di depan gang.... "thanks fery buat malam ini, setidaknya malam ini kamu udah bikin aku merasa gak sendiri". Tutur ku yang sebenarnya tak ingin cepat berlalu. 

" iya Fin sama-sama kamu juga udah nemenin aku malam ini setidaknya kita bisa ketemu lagi, yasudah jangan lupa nandi biar gak pusing habis kena ujan dan nanti aku sms kamu. byee". sembari tersenyum dan berlalu "Senyumnya masih terlihat sama, menghadirkan kembali rindu yang berantakan". 

Hujan kali ini terasa berbeda, terisak sesak ketika ku lihat bayang punggungmu semakin menghilang bersama dinginnya malam. Setidaknya malam Itu aku bisa berbahagia dan bernostalgia. Fery menepati janji untuk sms dia. menanyakan sudah makan apa belum? lagi ngapain sekarang? hingga larut malam aku masih setia berbalas sms  dengan Fery. Dan sebelum chat  berkahir,Fery menyatakan bahwa dia harus bertugas di luar kota untk waktu yang cukup lama. dan Wahyu sebisa mungkin akan merajut komunikasi dengan ku apabila ia merasa tak sibuk.

Ya mungkin benar Masa-Masa paling indah itu Cinta pertama, dan Fery adalah cinta monyet dan cinta pertama ku,tetapi keadaan dan takdirlah yang tak mempersatukan mereka.
Jika akhirnya bukan dia yang menjadi akhir perjalananku, aku akan tetap merasa bahagia karena perjalanan itu ku lewati bersamamu". gumam ku dalam hati.

Quote : "AKU BAHAGIA KETIKA GERIMIS DATANG. KARENA GERIMIS MENGINGATKANKU, IA PERNAH MENAHANKU UNTUK SEDIKIT LAMA BERSAMAMU  ^_^'
 Dear Wahyu Fery Setiawan

Senin, 16 Desember 2019

merindukan sakura 🌸 part "Bertamu"

Flashback sedikit saat awal pertama aku berfemu dengan makhluk yang ku sebut Anata (dia).
Waktu itu semester 7 dan saat ujian hari terakhir. Entah mengapa biasanya kelasku tidak pernah sekelas dengan kelas dari pokjar purwodadi,biasanya paling sering bareng sama pokjar pandaan. Mengapa pokjar? Karena kuliah jarak jauh sehingga banyak sekali kelompok belajarnya dan lebih banyak belajar mandiri.
.
Dan waktu itu temanku yang  bernama pity datang menghampiri kita (aku dan beberapa teman yg sekelas) heboh dengan membicarakan seseorang.
"Gaess di kelasku ada cowok ganteng banget dari pokjar purwodadi" pungkas pity dengan heboh. Temen²ku yang lain merespon sedangkan aku tidak begitu tertarik karena sedang meratapi ujian yang jawabannya salah ku pilih.
"Lho fin dirimu gak tertarik?" Tanya pity kepadaku. 
"Seganteng apa sih dirimu heboh sekali" timpaku,, yang akhirnya ikut nimbrug bersama teman yang lain membahas cowol ganteng versi pity.
Pity celingukan dan menunjuk ke arah segerombolan anak almamater biru dari pokhar purwodadi.
"Itu tuh anaknya"tunjuk pity "tapi jangan heboh ya,nanti ketahuan kalau kita sedang lihatin dia" pity mengisyaratkan.
.
Dan sejak saat itu aku terpesona dengan laki² tanpa nama nemakai almamater biru yang gantengnya memang ganteng beda dadi yg lain. Pity yang masih dengan tingkat penasaran dewa mencoba mencari informasi. Begitupun denganku yang melakukan hal yang sama dengan menanyakan salah satu teman dia yang kebetulan di semester sebelumnya satj kelas ujian dengan ku.. dan beberapa hari kemudian ku dapatkan nomernya,facebooknya bersama instagramnya.
.
Jika kalian menganggap sik kenal,ataupun usaha yang berlebihan aku tidak peduli. Bukannya perasaan suka tidak untuk dipendamkan,yang ada malah bikin sesak dan hatipun tidak tenang..
Menurutku dia laki² ganteng yang low profile,tidak jaim,ataupun sok kecakepan. Tetapi dia laki² rendah hati yang mau berteman dengan siapapun termasuk aku yang tidak cantik ini.
.
Chattingpun sering kita lakukan,saling like dan komen di facebook pun juga begitu. Aku merasa beruntung menjadi wanita yg bisa dekat dengan dia dan berteman baik. Meski aku menyadari mulai jatuh hati dengannya.
Hampir setiap ujian kami saling memberi kabar,,padahal setiap kali satu sekolah aku selalu melihat dia dari kejauhan.
.
Semester akhirpun tiba dan kelulusan ada di depan mata. Aku dinyatakan lulus dari universitas terbuka, tetapi tidak dengan Anata dia harus menunggu hasil kelulusan karena ada beberapa persyaratan yang belum dia selesaikan. Dia kecewa begitun denganku,aku yang merencakan bisa berfoto denagn dia di acara wisuda. Acara yang sudah ditunggu² untuk berfoto bersama di sebuah kesempatan yang mungkin jafi kesempatan terakhir untuk bertemu dengan dia.
.
Selang beberapa minggu dia memberi kabar bahwa dia mengikuti wisuda bersama dengan angkatanku,senang rasanya. Aku pun menyiapkan fotografer yang bisa dimintai tolong foto sepuasnya. Dia pun mengiyakan kita foto berdua di akhir prosesi wisuda. 
.
Hal pertama yang ku lakukan setelah prosesi dibubarkan aku mencari ibukku dan mencium tangannya,aku bahagia bisa melihat ibukku hadir melihat aku wisuda. Kemudian ku keluar ruangan mencari sosok yang me elpinku untuk menagih sebuah janji. Dia mengiayaratkan untuk bertemu tanpa berlama² setelah berfoto dengan keluargaku, aku mencari dia dibalik ketumunan orang² yang lalu lalang yg juga mencari keluarganya.
Tiba saatnya kita foto berdua,lengkap sudah rasanya. Dan sejak saat itu rasa cinta ini semakin dalam,aku jatuh cinta dengan Dia si almamater biru yang sudah ku ketahui namanya.
.
7 bulan lamanya kita dipertemukan kembali,semesta baik kepadaku dan mungkin saja semesta pula yang merencanakan dan mengamini yang menjadi pintaku. Dia berniat berkunjung ke rumah,memang punya maksd untuk msngambil lembar akreditasi kampus. Yang spesial dia tidak ingin ketemuan di luar,dia benar² ingin ke rumah. Kita pun janjian dengan menentukan hari dan jam. Meski sempet nyasar diapun sampai di rumahku. Dengan bertemu ibuku,dan kebetulan dengan kakak laki²ku. Kami ngobrol banyak dan tertawa cekikikan, entah apa yang kami bahas yang jelas aku terus memandanginya. Rasa tidak percaya seorang dia laki² alamamater yg dulu pertma kali kulihat, bisa berada di rumahku dengan pistur tubuh yang mengembang tapi kelihatan lucu dan ganteng. Lumayan lama kami mengobrol hingga sore dia berpamitan untuk pulang...
Sejak saat itu kami tidak lagi bertemu, hanya via chat yang sesekali kami berkirim.
.
Sebulan berlalu tepatnya hari minggu tgl 15 desember 2019 menjadi cerita bahagiaku selanjutnya,kami bertemu kembali dengan aku yang main ke rumahnya sesuai dengan janjian kita. Disana aku bertemu dengan kakak perempuannya dan keponakannya. Dia berniat mengajakku main mengunjungi air terjun. Mungkin hal yang baru dia mengajak perempuan ke rumahnya,sehingga dia tidak berani membonceng diriku. Dia mengendari motor satria kesayangannya dan aku dengan scoopy kesayanganku. Kami pergi ke rumah temannya yg kebetulan dekat dengan air terjun yg dituju,ternyata temannya sedang tidak ada di rumah. Kami memberanikan diri untuk kesana berdua. Tempatnya sejuk dan alami,dengan jalan yang sedikit licin dan tidak terawat. Banyak tumbuh tanaman liar dan tinggi tetapi sekeliling pemandangan yang masyaallah indahnya. Aku sempat berpegangan pada bahunya, dan dia mengiyakan tanpa merasa risih sembari kami bercerita. Sesampainya disna suasana air terjun,air yg mengalir jernih dan hanya kami berdua. Kami saling canggung tetapi kita masih ngobrol dengan santai. Aku pun mengajaknya berselfi dan dia menyambut dengan hangat tanpa merasa terganggung dan risih. Setelah dirasa cukup berselfi kamipun berniat untuk kembali. Karena jalan tangga yang tinggi aku merasa kelelahan, dan dia mencoba mengulurkan tangan dengan senang hati. Menggenggam tanganku, dan berada disampingku. Masyaallah semesta masih mengizinkanku untuk merasakan bahagia yang luar biasa. Bertemu dia,main dan digenggam tangannya. Kisah ini akan selalu aku ingat sampai lelak ku ceritakan kepada anakku. Kami mampir sebentar di rumah temannya dan menikmati teh hangat yg dibuatkan keluarga temannya. Setelah itu kamu berpamitan pulang dan dia mengajakku ke tempat selanjutnya yaitu ke kampung susu,karena ramai jadi aku malas untuk masuk sehingga kita memutuskan untuk makan bakso dipinggir jalan. Sesekali kami mengobrol dan hal yang sejak tadi aku perhatikan dia melihat wajahku dan memperhatikan dengan seksama ketika mengobrol berbeda dengan saat kita pertama kali berkenalan dulu membuatku salah tingkah dan entahlah. 
.
Kemudian dia mempersilahkan aku untuk kembali ke rumahnya bersamaan dengan kumandang adzan dhuhur yang sekalian aku solat terlebih dahulu di rumahnya. Setelah istirahat sejanak aku berpamitan pulang,bersalaman dengan kakaknya dan dia juga. 
.
Masyaallah waktu itu,,hal bahagia yang mungkin gak bisa ku lupakan.
Dulu kupanggil dia si pemilik almamater biru tanpa nama...
Dan sekarang dia pemilik hati yang membuatku rindu...
dear kamu MM 🖤
-merindukansakura🌸-

Rabu, 02 Januari 2019

Setiap pertanyaan selalu
berpasangan dengan
jawaban. Untuk keduanya
bertemu, yang dibutuhkan
hanya waktu. ;)

Merindukan Sakura

Aku...
Tidak mudah menjadi seorang aku...
Yang tegar disuatu keadaan,dan rapuh di setiap waktu sendirian...

Aku...
Tidak sanggup diposisiku...
Memposisikan bahagia dikala sedih, dan sedihpun tak kunjung terasa bahagia....

Aku bergelut dengan keadaan...
Berteman sendiri dengan bayangan...
Berkaca pada cermin melihat bayang sendiri dan meratap....

Aku....
Jika bahagia hanya dirasa untuk mereka yang beruntung....
Betapa malang nasib Aku yang tertinggal dengan mereka yang terdepan...
Merasakan bahagia, tanpa membagi dengan Aku atau bahkan tidak bisa menjadi posisiku...

Aku....
Hanya menunggu waktu...
Dimana dia akan berpihak untuk bahagia sekedar singgah...

Aku....
Yang harus menerima rasa malu dan hinaan mereka...
Mencaci bahkan membandingkan dengan mereka yang sempurna...
Apakah hayi inj memang pantas untuk rapuh?

Aku....
Jika waktuku tenggelam,,
Jika hariku berlalu...
Jika waktuku terhenti...
Jika aku menghilang....
Semoga apa yang kucurahkan...
Apa yang aku toreh bisa menjadi cerminan...
Tidak mudah menjadi Aku...

Aku...
Ingin merasa seperti kalian...
Yang dicinta dan disayang...
Tidak untuk dicampakkan dan ditinggal...
Tidak untuk dicaci tapi dimengerti....
Tidak untuk digosipin tapi dengar cerita ini...

Aku Status yang ku sandang sekarang...
Tidak mudah untik diterima orang...
Bahkan juga Kamu...
Kamu tidak mengerti...
Betapa hati ini terluka....
Terlalu dalam....

Aku...
Aku tifak bisa memutar waktu....
Tidak bisa menjadi posisi kala itu...
Tidak bisa menjadi aku yang dulu...

Tapi percalaha...
Aku berusaha memperbaiki diri...
Menjadi lebih baik dan tidak mengulang
Cerita masa lalu yang pilu...
Aku kembali dengan aku yang baru...
Cerita baru tanpa melihat kebelakang
Untuk mengingat masa lalu