Waktu itu semester 7 dan saat ujian hari terakhir. Entah mengapa biasanya kelasku tidak pernah sekelas dengan kelas dari pokjar purwodadi,biasanya paling sering bareng sama pokjar pandaan. Mengapa pokjar? Karena kuliah jarak jauh sehingga banyak sekali kelompok belajarnya dan lebih banyak belajar mandiri.
.
Dan waktu itu temanku yang bernama pity datang menghampiri kita (aku dan beberapa teman yg sekelas) heboh dengan membicarakan seseorang.
"Gaess di kelasku ada cowok ganteng banget dari pokjar purwodadi" pungkas pity dengan heboh. Temen²ku yang lain merespon sedangkan aku tidak begitu tertarik karena sedang meratapi ujian yang jawabannya salah ku pilih.
"Lho fin dirimu gak tertarik?" Tanya pity kepadaku.
"Seganteng apa sih dirimu heboh sekali" timpaku,, yang akhirnya ikut nimbrug bersama teman yang lain membahas cowol ganteng versi pity.
Pity celingukan dan menunjuk ke arah segerombolan anak almamater biru dari pokhar purwodadi.
"Itu tuh anaknya"tunjuk pity "tapi jangan heboh ya,nanti ketahuan kalau kita sedang lihatin dia" pity mengisyaratkan.
.
Dan sejak saat itu aku terpesona dengan laki² tanpa nama nemakai almamater biru yang gantengnya memang ganteng beda dadi yg lain. Pity yang masih dengan tingkat penasaran dewa mencoba mencari informasi. Begitupun denganku yang melakukan hal yang sama dengan menanyakan salah satu teman dia yang kebetulan di semester sebelumnya satj kelas ujian dengan ku.. dan beberapa hari kemudian ku dapatkan nomernya,facebooknya bersama instagramnya.
.
Jika kalian menganggap sik kenal,ataupun usaha yang berlebihan aku tidak peduli. Bukannya perasaan suka tidak untuk dipendamkan,yang ada malah bikin sesak dan hatipun tidak tenang..
Menurutku dia laki² ganteng yang low profile,tidak jaim,ataupun sok kecakepan. Tetapi dia laki² rendah hati yang mau berteman dengan siapapun termasuk aku yang tidak cantik ini.
.
Chattingpun sering kita lakukan,saling like dan komen di facebook pun juga begitu. Aku merasa beruntung menjadi wanita yg bisa dekat dengan dia dan berteman baik. Meski aku menyadari mulai jatuh hati dengannya.
Hampir setiap ujian kami saling memberi kabar,,padahal setiap kali satu sekolah aku selalu melihat dia dari kejauhan.
.
Semester akhirpun tiba dan kelulusan ada di depan mata. Aku dinyatakan lulus dari universitas terbuka, tetapi tidak dengan Anata dia harus menunggu hasil kelulusan karena ada beberapa persyaratan yang belum dia selesaikan. Dia kecewa begitun denganku,aku yang merencakan bisa berfoto denagn dia di acara wisuda. Acara yang sudah ditunggu² untuk berfoto bersama di sebuah kesempatan yang mungkin jafi kesempatan terakhir untuk bertemu dengan dia.
.
Selang beberapa minggu dia memberi kabar bahwa dia mengikuti wisuda bersama dengan angkatanku,senang rasanya. Aku pun menyiapkan fotografer yang bisa dimintai tolong foto sepuasnya. Dia pun mengiyakan kita foto berdua di akhir prosesi wisuda.
.
Hal pertama yang ku lakukan setelah prosesi dibubarkan aku mencari ibukku dan mencium tangannya,aku bahagia bisa melihat ibukku hadir melihat aku wisuda. Kemudian ku keluar ruangan mencari sosok yang me elpinku untuk menagih sebuah janji. Dia mengiayaratkan untuk bertemu tanpa berlama² setelah berfoto dengan keluargaku, aku mencari dia dibalik ketumunan orang² yang lalu lalang yg juga mencari keluarganya.
Tiba saatnya kita foto berdua,lengkap sudah rasanya. Dan sejak saat itu rasa cinta ini semakin dalam,aku jatuh cinta dengan Dia si almamater biru yang sudah ku ketahui namanya.
.
7 bulan lamanya kita dipertemukan kembali,semesta baik kepadaku dan mungkin saja semesta pula yang merencanakan dan mengamini yang menjadi pintaku. Dia berniat berkunjung ke rumah,memang punya maksd untuk msngambil lembar akreditasi kampus. Yang spesial dia tidak ingin ketemuan di luar,dia benar² ingin ke rumah. Kita pun janjian dengan menentukan hari dan jam. Meski sempet nyasar diapun sampai di rumahku. Dengan bertemu ibuku,dan kebetulan dengan kakak laki²ku. Kami ngobrol banyak dan tertawa cekikikan, entah apa yang kami bahas yang jelas aku terus memandanginya. Rasa tidak percaya seorang dia laki² alamamater yg dulu pertma kali kulihat, bisa berada di rumahku dengan pistur tubuh yang mengembang tapi kelihatan lucu dan ganteng. Lumayan lama kami mengobrol hingga sore dia berpamitan untuk pulang...
Sejak saat itu kami tidak lagi bertemu, hanya via chat yang sesekali kami berkirim.
.
Sebulan berlalu tepatnya hari minggu tgl 15 desember 2019 menjadi cerita bahagiaku selanjutnya,kami bertemu kembali dengan aku yang main ke rumahnya sesuai dengan janjian kita. Disana aku bertemu dengan kakak perempuannya dan keponakannya. Dia berniat mengajakku main mengunjungi air terjun. Mungkin hal yang baru dia mengajak perempuan ke rumahnya,sehingga dia tidak berani membonceng diriku. Dia mengendari motor satria kesayangannya dan aku dengan scoopy kesayanganku. Kami pergi ke rumah temannya yg kebetulan dekat dengan air terjun yg dituju,ternyata temannya sedang tidak ada di rumah. Kami memberanikan diri untuk kesana berdua. Tempatnya sejuk dan alami,dengan jalan yang sedikit licin dan tidak terawat. Banyak tumbuh tanaman liar dan tinggi tetapi sekeliling pemandangan yang masyaallah indahnya. Aku sempat berpegangan pada bahunya, dan dia mengiyakan tanpa merasa risih sembari kami bercerita. Sesampainya disna suasana air terjun,air yg mengalir jernih dan hanya kami berdua. Kami saling canggung tetapi kita masih ngobrol dengan santai. Aku pun mengajaknya berselfi dan dia menyambut dengan hangat tanpa merasa terganggung dan risih. Setelah dirasa cukup berselfi kamipun berniat untuk kembali. Karena jalan tangga yang tinggi aku merasa kelelahan, dan dia mencoba mengulurkan tangan dengan senang hati. Menggenggam tanganku, dan berada disampingku. Masyaallah semesta masih mengizinkanku untuk merasakan bahagia yang luar biasa. Bertemu dia,main dan digenggam tangannya. Kisah ini akan selalu aku ingat sampai lelak ku ceritakan kepada anakku. Kami mampir sebentar di rumah temannya dan menikmati teh hangat yg dibuatkan keluarga temannya. Setelah itu kamu berpamitan pulang dan dia mengajakku ke tempat selanjutnya yaitu ke kampung susu,karena ramai jadi aku malas untuk masuk sehingga kita memutuskan untuk makan bakso dipinggir jalan. Sesekali kami mengobrol dan hal yang sejak tadi aku perhatikan dia melihat wajahku dan memperhatikan dengan seksama ketika mengobrol berbeda dengan saat kita pertama kali berkenalan dulu membuatku salah tingkah dan entahlah.
.
Kemudian dia mempersilahkan aku untuk kembali ke rumahnya bersamaan dengan kumandang adzan dhuhur yang sekalian aku solat terlebih dahulu di rumahnya. Setelah istirahat sejanak aku berpamitan pulang,bersalaman dengan kakaknya dan dia juga.
.
Masyaallah waktu itu,,hal bahagia yang mungkin gak bisa ku lupakan.
Dulu kupanggil dia si pemilik almamater biru tanpa nama...
Dan sekarang dia pemilik hati yang membuatku rindu...
dear kamu MM 🖤
-merindukansakura🌸-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar