Rabu, 26 September 2018

Merindukan Sakura 🌸

Part "Tanpa Nama" ( si Kumis Tipis)

Lulus sekolah kebanyakan remaja yang baru melalui Sweet Seventeen (17th)  punya banyak sekali keinginan dan diantara keinginan teman-temanku adalah Bekerja. Selain mendapatkan gaji besar,banyak yang bilang peluang menemukan jodoh juga besar. Namun pada kenyataannya 1 banding 1000 yang bisa mengalami itu dan itu tidak berlaku untuk aku.

Memang benar di tempat kerja banyak sekali cowok-cowok keren,tidak hanya dari lingkungan sekitar ada juga yang datang dari luar daerah. diantara kesibukan bekerja tidak lupa kiranya memperbanyak teman. Karena banyak teman banyak juga pengalaman. Dan aku memilih berteman dengan sebut saja namanya pak Catur. Dia pria dewasa yang berasal dari Madiun dia sangat dewasa pemikirannya tapi teekadang juga seperti anak kecil kalau bertingkah. Dia juga berperilaku sopa,lemah lembut bahkan lemah gemulai 😁 maksdnya lincah dalam bekerja.

Sudah 1 tahun setengah aku bekerja di salah satu pabrik ternama di pasuruan sebut saja Panasdingin 😊. Dan waktu itu sedang terjadi pertukaran karyawan pada masing-masing bagian. Untung saja aku tidak tercyduk dalam rollingan tersebut,malah banyak karyawan baru yang masuk di departemen tempatku bekerja.

Dan malam itu menjadi malam yang berkesan untuk pertama kalinya. Biasanya ketika Shift malam aku berasa mengantuk ketika jam-jam tengah malam, tetapi kala itu berbeda. Aku menjadi bersemangat, karena Aku bertemu dengan laki-laki berkumis tipis. Dan fix aku menyebutnya si kumis tipis 😁. Entah apa yang salah pada diriku, Aku mengagumi dia untuk pertama kalinya. Dulu sewaktu sekolah aku berandai andai mempunyai pacar berkacamata,memiliki kumis tipis dan manis. Setidaknya laki-laki itu memiliki kriteria 2 diantaranya 😊.

Aku yang tengah mengambil material tertegun melihat dia, dalam hati bertanya-tanya "siapakah dia?". laki-laki dengan perawakan jakun dan bermuka cute dengan kumis tipis di sela bibir atasnya. Tidak sengaja aku menabrak Pak Catur yang berjalan berpapasan dengan ku.
" maaf pak Cat sengaja" candaku,aku melembar tawa ke arah pak Catur.

" liatin apa sih kamu?" tanya pak Catur yang sepertinya tau isi pikiranku.

"cowok yang ada di lorong pak Cat itu siapa? karyawan baru?" tanyaku tanpa basa basi.

Karena pak Cat sudah tau bagaimana aku.
"tuh kan sudah bisa ku tebak pasti cowok"

"oh dia,aku masih belum tau namanya. dia bukan karyawan baru tapi dia diperbantukan malam ini disini, depatemen dia sepi job jadi diyempatkan disini sementara" tutur Pak cat sembari meneguk air yang diambil sembari menjelaskan.

"nanti kasih tau aku ya siapa namanya, sapa tau kita bisa saling mengenal". aku tersipu. Aku memang konyol mudah sekali mengagumi apalagi jatuh cinta.

"iya, udah sana kembali kerja biar cepet target". sembari menepuk bahuku pak Cat berlalu.

Keesokan harinya ketika selesai berberes tempat kerja, aku menemui pak Cat yang sedang bersandar pada mesin dilorongnya.
"hai pak cat" sapaku sambil celingukan, melihat sekeliling tak kutemukan yang ku cari.

"Pasti nyariin si kumis kan?. jawaban pak Cat benar. Sebelum aku bertanya pak Cat malanjutkan kata-katanya.

"Dia udah balik ke depatermennya, dan hari ini hari terakhirnya disini." pungkas pak catur.

"habis kontrak maksdnya?" kata-kataku menegaskan. Pak Cat hanya mengangguk,tanda mengiyakan.Aku terdiam.

"udah sama aku aja lho, aku juga punya kumis juga ini. bukan kumis tipis tapi, punyaku kumis lele". Canda pak Cat semabari tertawa.Pak Cat memang punya kumis tepatnya kumis patil lele 😁.

Ada penyesalan disana,ketika aku belum sempat mengatahui siapa namanya...
belum sempat aku mengenalnya...
belum sempat juga aku menamatkan wajah pemilik Kumis Tipis miliknya...
Terlalu singkat rasanya, hati ini terasa patah...
Patah hati tepatnya...
Dan sejak saat itu aku menyebutnya Tanpa nama..

#merindukansakura🌸 #KPartumistipis #maze #aufklarung