Rabu, 25 Desember 2019

merindukan sakura 🌸(recycle) part "WFS"

    Malam itu hujan turun dengan begitu derasnya, hampir tak ada celah untuk mencari tempat teduh yang setidaknya tak membuat menjadi basah kuyup. Sudah hampir 2 jam lebih Aku masih mematung di pos satpam tempat ia bekerja kala itu. Mobil jemputan perusahaan sudah tak lagi mengantakan karyawan, beberapa menit yang lalu mobil jemputan terakhir sudah di serbu karyawan lain yang ingin cepat-cepat pulang dan sayangya Aku tak kebagian tempat duduk sehingga Ia rela untuk mundur.
  
   Pos satpam masih terlihat sesak dengan karyawan yang menunggu hujan redah atau sekedar menunggu seseoran yang rela menjemput mereka di tengah hujan yang sangat deras. Aku sesekali melihat handphone yang ia pegang, dan tak satupun massage yang ingin menjemputnya. Tiba-tiba seseorang memanggil dia...."Fin....". panggil Agus (teman satu unit kerjaku).

"Agus, kamu belum pulang?" Tanyaku.

" iya ini aku baru keluar dari parkiran, tadi motorku sempetrewel jadi tadi benerin dulu. kamu sendiri belum pulang?" tanya Agus lagi.

"ketinggalan mobil jemputan Gus". jawabku setengah memelas.

"bareng yuk,hujan kayak gini redahnya lama.kamu mau nunggu sampe besok pagi?heheheh".canda Agus.Agus pun memboncengku menerjang Hujan lebat malam itu.

     Di persimpangan jalan aku turun dari motor Agus dan tak lupa ia mengucapkan terima kasih, dan Agus pun berlalu.
Jalan menuju rumah ku nampak sepi tidak seperti biasanya, hampir tak ada becak lalu lalang. Aku nampak cemas dan takut, malam itu Aku benar-benar sendiri. Jam tangan menunjukkan pukul 20.00 aku ingin beranjak dari pojok persimpangan tapi  aku merasa ada sesuatu yang membuat ku memurungkan niat beranjak dari sana.

    Suara bus berhenti terlihat beberapa orang yang turun, Aku berharap salah satu diantaranya seseorang yang ia kenal yang bisa menolongnya dari kesendirian malam itu.
"Fin..". sapa seseorang dengan memakai baju putih, berkacamata dan memakai tas ransel.
"Fery...". Balas ku setengah tak percaya. Wahyu adalah teman kecil, tetangga sekaligus mantan cinta monyetku. sejak lulus SMA mereka hampir tak pernah bertemu. Terakhir yang aku ketahui Wahyu kuliah di salah satu Universitas Kesehatan Keperawatan di kota Pasuruan. Dan semenjak itulah aku tak pernah melihat Fery di kampung.

      Fery dan aku nampak saling pandang hingga mereka akhirnya bercakap-cakap di pojok persimpangan.
" kamu apa kabar Fin sudah lama yaa kita gak ketemu". Wahyu memulai percakapan dengan memperlihatkan senyum manisnya. senyum yg masih ku lihat, senyum yang khas punya Fery.
" iya kita uah lama banget gak ketemu". Balas ku dengan sedikit salah tingkah. Kita pun asik bercengkrama, Dan terlihat sesekali Fery membenarkan kacamatanya. Dengan hidung mancung yang Fery miliki semakin membuat ku terpanah. Aku sangat suka dengan cowok berkacamata, melihat Fery semakin keren membuat ku semakin salah tingkah.

   Cerita putusnya hubungan mereka karena mereka harus sekolah di SMA yang berbeda. Dengan situasi dan ruang lingkup sekolah yang lebih hits membuat Fery jatuh hati dengan cewek lain dan memutuskan komunikasi.dengan ku. Fery udah jarang ngajak jogging,kita udah jarang berangkat dan pulang sekolah bareng. Mungkin menjauh adalah hal terbaik untukku agar aku tak merasa disakiti dan dikecewakan. Tetapi malam itu aku seolah melupakan peristiwa itu dan kembali memgingat memori indah yang dilalui bersama Fery. Aku masih ingat waktu itu mereka sama-sama tak memiliki handphone, alat komunikasi satu-satunya yag mereka miliki adalah teman. Malik (teman sepermainan Fery dan aku) adalah orang yang berjasa dicerita cinta mereka, karena dia rela menjadi Mas-mas penyampai pesan apabila Wahyu dan aku ingin janjian pergi jogging, main,berangkat sekolah sama-sama atau rela nemenin Fery yang Nunggu aku pulang sekolah dan terkadang aku dan fery saling mengirim surat apabila Malik sedang sibuk.

    Tanpa terasa hujan sudah mulai redah Wahyu mengajak ku makan mie ayam yang tak jauh dari persimpangan. Sembari makan mie ayam mereka melanjutkan percakapan.....
"gimana sekarang sama cowok barunya?". tanya Fery yang membuat ku tersedak.

"cowok baru apa, aku gak punya cowok." jawab ku sembari membersihkan sisa kuah mie ayam yang menempel dibibirnya.

"embbbb, boleh minta nomer kamu gak?".Fery mengeluarkan Handphone dari sakunya. Aku pun memberikan Nomer hp nya.

"kamu serius gak punya cewek?". Tanya ku memastikan.
" cowok sekeren dan seganteng kamu  gak ada yang naksir?astagah pada kemana nich cewek-cewek, cwok keren kog dianggurin. mau dong diajak balikan Fery..". gumam ku dalam hati.

"iya aku juga gak punya pacar kog Fin. Eh sebentar yaa ibuku telphone". Fery mengangkat telpone yang berdering.

Tak lama kemudian Fery mengajak ku untuk naik becak bersama, karena Ibu Fery sudah ingin putranya cepat-cepang pulang. Beberapa menit kemudian beruntunglah ada bapak tukang becak melintas. Karena masih rintik hujan, plastik penutup yang berada dibecak diturunkan sehingga mebuat Fery dan aku tak tampak dari luar tinggalh mereka berada di dalam becak dengan suasana canggung.

"nanti kalau nyampe rumah aku sms yaa". Tutur Fery sembari melempar senyum ke arah ku dekat sekali. Aku mengangguk tanda setuju. 
Aku tak menyangka malam itu menjadi malam yang indah buat ku. Perasaan yang menahan dia utuk beranjak dari persimpangan berhasil mempertemukan ku dengan Fery. Deras hujan yang turun seakan tak terasa berlalu dengan percakapan ringan. "Fery adalah bagian terkecil dari partikel memori ku yang paling aku rindukan". Dia adalah seseorang yang begitu berkesan di hati ki, bagaimana tidak ketika Fery terlihat malu-malu menyatakan cinta sehingga ia memberikan sebuah foto milik nya (Fery)dan dibalik foto tersebut bertuliskan  I LOVE YOU FINI FROM FERY  sekilas terlihat konyol tapi itu sebuah kenyataan

Di depan gang.... "thanks fery buat malam ini, setidaknya malam ini kamu udah bikin aku merasa gak sendiri". Tutur ku yang sebenarnya tak ingin cepat berlalu. 

" iya Fin sama-sama kamu juga udah nemenin aku malam ini setidaknya kita bisa ketemu lagi, yasudah jangan lupa nandi biar gak pusing habis kena ujan dan nanti aku sms kamu. byee". sembari tersenyum dan berlalu "Senyumnya masih terlihat sama, menghadirkan kembali rindu yang berantakan". 

Hujan kali ini terasa berbeda, terisak sesak ketika ku lihat bayang punggungmu semakin menghilang bersama dinginnya malam. Setidaknya malam Itu aku bisa berbahagia dan bernostalgia. Fery menepati janji untuk sms dia. menanyakan sudah makan apa belum? lagi ngapain sekarang? hingga larut malam aku masih setia berbalas sms  dengan Fery. Dan sebelum chat  berkahir,Fery menyatakan bahwa dia harus bertugas di luar kota untk waktu yang cukup lama. dan Wahyu sebisa mungkin akan merajut komunikasi dengan ku apabila ia merasa tak sibuk.

Ya mungkin benar Masa-Masa paling indah itu Cinta pertama, dan Fery adalah cinta monyet dan cinta pertama ku,tetapi keadaan dan takdirlah yang tak mempersatukan mereka.
Jika akhirnya bukan dia yang menjadi akhir perjalananku, aku akan tetap merasa bahagia karena perjalanan itu ku lewati bersamamu". gumam ku dalam hati.

Quote : "AKU BAHAGIA KETIKA GERIMIS DATANG. KARENA GERIMIS MENGINGATKANKU, IA PERNAH MENAHANKU UNTUK SEDIKIT LAMA BERSAMAMU  ^_^'
 Dear Wahyu Fery Setiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar